Palu, 21 November 2018 — Direktur Utama (Dirut) PT Bangun Palu Sulawesi Tengah (BPST), salah satu Badan Usaha Pemerintah Milik Daerah (BUMD) yang ditunjuk dan ditugaskan langsung sebagai Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu, Andi Mulhanan Tombolotutu, Senin (19/11).

Direktur Utama (Dirut) PT Bangun Palu Sulawesi Tengah (BPST) Andi Mulhanan Tombolotutu (paling kiri), bersama pihak perusahaan asal Tiongkok, membicarakan tentang rencana membangun pabrik pengolahan biji tembaga di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu, Sulawesi Tengah, baru-baru ini. (Foto: istimewa/beritasatu.com)

Dalam pernyataan beliau saat menyambut hangat kehadiran salah satu Tenant/Investor yang ingin bergabung di KEK Palu, menjelaskan; “Pemerintah Kota Palu sampai saat ini, melalui BUMD yang ada terus menerus mendorong, membantu menyediakan berbagai macam kemudahan-kemudahan bagi seluruh investor yang ingin berinvestasi di KEK Palu.

Sejumlah kemudahan diantaranya yang paling Special menurut beliau ialah, terhadap sejumlah calon Investor/Tenant yang akan berinvestasi di KEK Palu, secara khusus mereka akan mendapatkan pengawalan penyelesaian perizinan secara end to end yang akan dilakukan di setiap level pemerintahan mulai dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah setempat sampai dengan selesai.

Kemudian, “Pengelola KEK Palu (PT.BPST) saat ini juga menerapkan sistem check list sehingga kegiatan berusaha di KEK dapat berlangsung tanpa menunggu kelengkapan perizinan,” kata Tony, sapaan akrab beliau.

Lalu kemudahan lainnya yaitu, adanya penerapan sharing data untuk menghilangkan pengulangan dalam hal perizinan dan rekomendasi terhadap semua Investor yang sedang dalam tahap permohonan izin untuk berinvestasi.

Berikutnya, untuk kemudahan berinvestasi di KEK Palu adalah, adanya Reformasi Perizinan Peraturan Berusaha, sehingga proses perizinan untuk badan usaha, termasuk usah kecil menengah (UKM) dapat menjadi lebih sederhana, mudah, cepat, tepat, pasti serta murah harganya.

“Dan yang paling penting lagi adalah, para pengusaha akan dibebaskan dari seluruh urusan pajak,” tegasnya, di hadapan investor asing asal Tiongkok disela kunjungan mereka saat itu, yang kebarnya ingin berinvestasi dengan mendirikan pabrik pengolahan biji tembaga mereka di dalam KEK Palu.

Foto bersama Investor beserta staff PT.BPST usai kunjungannya di KEK Palu yang di akhiri dengan mendatangi serta melihat secara dekat/langsung lahan yang rencananya akan mereka beli di dalam KEK Palu.

Sejauh ini, perusahaan yang telah ada dan tengah beroperasi di dalam KEK Palu, di antaranya PT.Hongthai International, yaitu Industri yang bergerak dalam bidang usaha pengolahan getah pinus. Saat ini Perusahaan tersebut telah menggelontorkan pundi-pundi investasinya mencapai Rp 13,7 miliar dengan menyerap tenaga kerja lokal/luar sebanyak 110 orang.

Selain itu, ada juga perusahaan yang bergerak di sektor pengolahan kelapa, yaitu PT.Sofie Agro Industries yang akan menanamkan modal usahanya senilai USD 1,38 juta dan akan menyerap jumlah tenaga kerja sekitar 625 orang.

Berikutnya, ada Agro Sulteng Group selaku industri karet dan minyak atsiri dengan target nilai investasi mencapai Rp.300 miliar dan juga nantinya akan menyerap 450 orang tenaga kerja.

Lalu juga ada PT Asbuton Jaya Abadi yang juga saat ini sudah beroperasi di dalam KEK Palu, ialah salah satu industri besar yang ada di Kota Palu dan bergerak dalam bidang industri Asphalt Dingin dengan menanamkan modalnya sebesar Rp 100 miliar dan mampu menyerap tenaga kerja sampai dengan 100 orang.

Sebagai informasi tambahan, beliau mengatakan KEK Palu sendiri dibangun di atas lahan seluas 1.500 hektar di Kel.Baiya, Kec.Tawaeli, Kota Palu dimana pelabuhan Pantoloan juga termaksud di dalamnya. dmp07(beritasatu.com).

PT.BPST : Ini Salah Satu Strategi Kami Dalam Menarik Investasi Di KEK Palu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *