Palu, 24 April 2018 — Kementerian Perindustrian terus mendorong masuknya investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu, Sulawesi Tengah. Saat ini terdapat 14 investor yang sudah berminat menanamkan modalnya di kawasan yang diresmikan pada September 2017 silam itu.

“Sekarang tinggal promosi dan melanjutkan pembebasan lahan. Kami terus menarik investor lokal maupun asing, seperti dari Taiwan untuk bisa masuk ke sini,” ujar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, saat melakukan kunjungan lapangan di KEK Palu, pada Jumat siang (20/4/2018).

KEK Palu sendiri berdiri di atas lahan seluas 15.000 hektare (ha), di mana per tahun 2017 telah terealisasi hingga 482 ha. Dan kawasan ini ditargetkan bisa menggaet investasi senilai Rp12,5 triliun dan hingga Juli 2017, realisasinya bisa mencapai Rp115 miliar, ungkap dia.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto memberikan keterangan kepada wartawan seusai meninjau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu, Sulawesi Tengah. (image by.ANTARA News Biro Humas Kementerian Perindustrian)

Beliau menjelaskan, dari 14 investor yang saat ini telah mendaftar di KEK Palu, telah terdapat dua industri yang sudah beroperasi dan satu perusahaan lagi sedang dalam tahap pengerjaan konstruksi.

Kawasan terintegrasi ini diharapkan pemerintah mampu membuka lapangan kerja sebanyak 51.000 orang khususnya bagi masyarsakat kota palu, yang saat ini kabarnya sudah menyerap tenaga kerja sekitar 210 orang.

Menurut Airlangga, KEK Palu menjadi salah satu KEK yang berada di lokasi strategis karena berada di wilayah utara-selatan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI). “Jadi, seluruh bahan baku dari Sulawesi bisa masuk ke sini. Investor datang saja. Kami yakin mereka akan untung,” jelasnya.

 

KEK Palu ini juga didukung dengan berbagai fasilitas penunjang, antara lain Bandara Mutiara Sis Al-Jufri yang memiliki panjang landasan pacu 3500 m dan kapasitas penumpang sekitar 1500 orang per hari, dimana Jarak bandara menuju kawasan diperkirakan akan memakan waktu ±27 menit dengan jarak tempuh 23 Km.

Foto bersama MENPRIN Bpk.Airlangga Hartarto serta jajaran direksi PT.BPST dan beberapa pejabat terkait usai mengunjungi Gedung Pusat Inovasi Rotan Nasional (PIRNAS).(image by.Ndah_BPST)

Selain itu, KEK Palu juga terhubung dengan Pelabuhan Pantoloan dengan kapasitas saat ini 37.000 TEUs yang ditargetkan dalam pengembangannya kedepan akan mencapai 1,2 juta TEUs, dengan jarak tempuh dari kawasan menuju pelabuhan 5 menit. Kemudian Ada pula fasilitas jalan trans Sulawesi Palu-Toli-toli, Palu Outer Ring Road, dan Palu-Parigi By Pass yang kabarnya juga akan segera dibangun pada pertengahan tahun ini..

Seperti diketahui, hampir suluruh infrastruktur di KEK Palu dibangun oleh Kementerian Perindustrian dalam upaya menopang daya saing, seperti pembangunan jalan poros dan jalan lingkungan di dalam KEK Palu sepanjang 1600 m, kemudian pembangunan sentra industri kecil dan menengah (IKM), serta ada pula pengadaan sarana dan prasarana untuk perkantoran di KEK Palu dan sudah diresmikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution.

“Sekarang tinggal promosi dan melanjutkan pembebasan lahan. Saya tugaskan Dirjen Pengembangan Perwilayahan Industri (PPI) untuk tarik investor Taiwan kesini,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT.Bangun Palu Sulawesi Tengah (BPST), Andi Mulhanan Tombolotutu, sebagai pengelola KEK Palu mengatakan setiap bulannya, ada satu hingga dua perusahaan yang menyatakan minatnya untuk berinvetasi di KEK Palu.

“Dari 40 daftar investor yang berminat ada empat belas yang sudab dikeluarkan izin. Dari keempat belas tersebut sudah ada dua yang beroperasi da  satu sedang pengerjaa  konstruksi, yang lain masih proses pembebasan lahan,” kata Pak Tony, sapaan akrabnya.

Beliau juga sangat optimis dalam dua-tiga bulan kedepan akan ada Anker Tenant dan beberapa tenant yang akan beroperasi di KEK. “Insya allah dua-tiga bulan kedepan akan ada anker tenant yang akan masuk. Dan dalam dua bulan kedepan peningkatan dari investasi tidak kurang dari Rp1-2 triliun,” ungkapnya.[wartaekonomi][antaranews][dmp]

Menteri Perindustrian Terus Promosikan Dan Dorong Perkembangan KEK Palu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *