Palu, 21 September 2017 – Panitia Khusus (Pansus) Raperda tentang Pembentukan Kelembagaan Administrator Kawasan Ekonomi Khusus (PKA-KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan Batota, baru saja telah melakukan kunjungan kerja/studi banding mereka di kota palu-Sulawesi Tengah, tepatnya di kantor Administrator Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu, pada senin (20/11).

Hal tersebut diungkapakan langsung oleh ketua Pansus (PKA-KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan Batota Rahmadi. Dikatakannya, alasan untuk melakukan studi banding ke Kota Palu, dikarenakan di Kota Palu saat ini sudah memiliki perda terkait pembentukan administrator kawasan ekonomi khusus.

“Di indonesia sendiri terkait perda kawasan ekonomi khusus hanya ada dua, yakni di Kota Palu Sulawesi Tengah, dan Kabupaten Tapanuli, untuk itu kita lebih memilih studi banding ke Palu karena terbilang dekat”. Ucap Rahmadi yang juga menjabat sebagai anggota DPRD Kutim wilayah dapil III ini.

Selain itu beliau menegaskan, pihaknya berharap dengan disusunnya Raperda Kawasan Ekonomi Khusus Kipi Maloy menjadi Perda, nantinya kawasan ekonomi khusus tersebut bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kutai Timur.

Sementara terkait kajian akademis Raperda Pembentukan Kelembagaan Administrtor Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan, nantinya pihaknya berencana akan melibatkan kerjasama dengan Universitas Mulawarman yang berada di kota Samarinda Kalimantan Timur.

Saat ini bisa dibilang, kesiapan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu dua langkah lebih maju ketimbang KEK Maloy Batuta di Kabupaten Kutai Timur Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Hal ini pun terungkap dalam pertemuan panitia khusus (pansus) DPRD Kutai Timur tentang pembentukan kelembagaan adminsitratur KEK bersama Sekretaris Kota (Sekkot) Palu, Asri, bertempat di ruangan kerja Sekkot dihari yang sama.

Rahmadi, mengaku pihaknya secara khusus ingin mencari informasi tentang kebijakan Pemkot Palu. Baik mengenai pembentukan administratur maupun kebijakan payung hukumnya yakni peraturan daerah (Perda).

Bagaimana tidak? KEK Palu sejauh ini telah didukung dari sisi kelembagaan dengan terbentuknya kelembagaan administrator KEK lengkap dengan badan usaha milik daerah (BUMD) sebagai pengelolah bisnis di KEK Palu yaitu PT Bangun Palu Sulawesi Tengah (PT.BPST) dan bahkan sudah ada beberapa perusahaan asing yang menjalin kesepakatan untuk berinvestasi dalam KEK yang ditandai dengan penandatanganan memorandum of understanding (MoU).

Sekkot Palu, Asri menjelaskan, KEK Palu sejauh ini telah dilengkapi infrastruktur pendukungnya. Berupa kantor administrator KEK yang dilengkapi struktur kelembagaannya.

“Sudah beberapa investor yang telah MoU dengan KEK. Dan ada yang baru sedang merencanakan kerjasama,”kata Asri yang didampingi Kepala Administrator KEK Palu, Susi Mastura.

Dalam kesempatan pertemuan tersebut pula Sekkot selanjutnya menjelaskan lebih jauh mengenai potensi Kota Palu sebagai daerah tempat suplay dari kabupaten lainnya.(paluexpres)(wartakutim)[dmp]

KEK Maloy Batuta Kunjungi KEK Palu Terkait Penyusunan Raperda (PKA-KEK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *